Cara mengatasi resolusi netbook pada windows 8

Berikut ini langkah-langkahnya :
  1. Tekan kombinasi “WINDOWS+R” pada keyboard anda atau arahkan Cursor anda pada pojok kanan atas dan pilh gambar Search kemdian pada kotak dialog RUN ketikkan “Regedit” tanpa tanda petik lalu klik OK.
  2. Dalam jendela Regedit bukaHKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Video\{154229D9-2695-4849-A329-88A1A7C4860A000\Display1_DownScalingSupported atau lebih mudah untuk mencarinya langsung saja Tekan kombinasi CTRL+F lalu ketikkan “Display1_DownScalingSupported” tanpa tanda petik dan tunggu sampai proses pencarian selesai sehingga ditemukan kata tersebut.
  3. Setelah Anda menemukan lalu klik kanan pada “Display1_DownScalingSupported” pilih “Modify” kemudian ganti Value Data yang tadinya “0” menjadi “1” lalu klik OK.
  4. Restart Windows 8 Anda.
  5. Untuk Merubah Resolusinya Klik Kanan pada Desktop pilih “Screen Resolution” pada Resolution ganti Resolusinya menjadi “1024 X 768” kemudian klik “Apply” dan “Keep Changes”.
  6. Selesai.

Perintah – Perintah Dasar MySQL

Perintah – Perintah Dasar MySQL
  •  Membuat database  
           CREATE DATABASE db_name
  • Menghapus database

DROP DATABASE db_name

  • Membuat Tabel
          CREATE TABLE tb_name(field 1 type_data, field 2 type_data)
  • Menghapus table
          DROP TABLE tb_name
  • Menambah Primary Key
         ALTER TABLE tb_name ADD PRIMARY KEY(field_name)
  • Menambah Primary Key dengan nama constraint
         ALTER TABLE tb_name ADD CONSTRAINT const_name PRIMARY KEY(field_name)
  • Menghapus Primary Key
         ALTER TABLE tb_name DROP PRIMARY KEY(field_name)
  • Menambah Foreign Key
         ALTER TABLE tb_name ADD FOREIGN KEY(field_name)
         REFERENCES table_references_name(primary_field_table_references)
         ON CASCADE
         ON RESTRICT
        cascade –> Mengupdate jika terjadi perubahan di tabel induk
        restrict   –> Peringatan jangan mendelete field pada tabel induk karena sedang digunakan di tabel anak
  • Menambah Foreign Key dengan nama constraint
         ALTER TABLE tb_name ADD CONSTRAINT const_name  FOREIGN KEY(field_name)
         REFERENCES table_references_name(primary_field_table_references)
  • Menghapus Foreign Key
         ALTER TABLE tb_name DROP FOREIGN KEY(field_name)
  • Menambah record
          INSERT INTO tb_name VALUES(record 1, record 2, record 3…)
          atau
          INSERT INTO tb_name (column 1, column2, column3) VALUES (record 1, record 2, record 3)
  • Fungsi SELECT
          SELECT field
          FROM table_name
          WHERE field = ‘value’
  • Fungsi UPDATE
          UPDATE table_name
          SET column1 = ‘val1′, column2=’val2’
          WHERE somecolumn = somevalue
  • Fungsi DELETE
          DELETE FROM table_name
          WHERE somecolumn = somevalue
Pada fungsi SELECT, UPDATE, dan DELETE pada syntax WHERE bosa menggunakan operator perbandingan seperti >, <, =, !=, >=, <= dan juga operator logika OR, AND dan NOT.
  • Fungsi IN
          SELECT *FROM table_name
          WHERE field IN (‘value’)
  • Fungsi NOT IN
          SELECT *FROM table_name
          WHERE field NOT IN (‘value’)
  • Mencari Record yang berawalan -x
          SELECT field
          FROM table
          WHERE field LIKE ‘x%’
  • Mencari Record yang berakhiran -x
          SELECT field
          FROM table
          WHERE field LIKE ‘%x’
  • Menampilkan field dari tabel – tabel yang berbeda
          SELECT mahasiswa.nama, kuliah.nilai
          FROM mahasiswa, kuliah
          WHERE mahasiswa.nim= kuliah.nim
  • INNERJOIN
          SELECT table1.*, table2.*
          FROM table1 INNERJOIN table2
          ON table1.pk = table2.pk
  • OUTERJOIN
          SELECT *FROM table1 NATURAL LEFTJOIN table2
          dan
          SELECT *FROM table1 NATURAL RIGHTJOIN table2
  • Rata – rata

SELECT AVG(field) from table_name

  • Jumlah

SELECT SUM(field) from table_name

  • Nilai Max

SELECT MAX(field) from table_name

  • Nilai MIN

SELECT MIN(field) from table_name

  • Jumlah record

SELECT COUNT(field) from table_name
atau
SELECT COUNT(distinct field) from table_name  –> untuk field yang memiliki record yang sama

Referential Integrity – SQL – mySQL

Aturan untuk Referential Integrity biasanya digunakan jika terjadi proses modifikasi data (update, delete, dan insert).

Aturan untuk proses update : berlaku pada proses pengubahan data di parent table.

Update cascade : pembaruan sebuah baris data diikuti dengan pembaruan baris data pada child table yang terelasikan

Update restrict : mencegah proses pembaruan data jika terdapat baris data di child table yang terelasikan

Update ignore : mengabaikan referensi. Boleh memperbarui data pada parent, tapi tidak memperbarui data yang berelasi pada child table.

Aturan untuk delete : berlaku pada proses modifikasi di parent table.

Delete cascade : menghapus seluruh baris data pada child table yg terelasikan

Delete restrict : mencegah penghapusan jika terdapat baris data yang berelasi pada child table

Delete ignore : mengabaikan referensi. Boleh menghapus data, dan tidak ada efeknya bagi child table.

Aturan untuk insert : berlaku pada proses penambahan data pada child table.

Insert restrict : tidak boleh menambah data pada child table, jika nilai yang dimasukkan pada kolom yang berelasi tidak terdapat pada parent tablenya.

Insert ignore : mengabaikan referensi. Boleh menambah data pada child, walaupun nilai yang dimasukkan pada kolom yang berelasi tidak terdapat pada parent table.

6’th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam

         Teknologi terbaru ini dinamai 6’th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam. Penemunya seorang jenius asal India yang juga seorang insinyur terkenal jebolan MIT (Massachusetts Institute of Technology) bernama Pranav Mistry. Pranav dengan jenius telah menciptakan alat yang memadukan gerak tubuh (gesture) dengan dunia komputasi digital. Dengan teknologi ini kita bisa melakukan apa pun tanpa harus mengunakan alat yang berbeda dan tanpa harus berada di depan komputer.

        Ide awal penemuan teknologi ini adalah: bagaimana kita tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan gampang tanpa harus membawa banyak peralatan digital seperti kamera, ponsel, ataupun laptop, sekaligus dapat terhubung secara online terus menerus untuk menerima dan mencari informasi.

Seperti yang didemokan oleh Pranav, dengan teknologi tersebut dia mampu menelfon hanya dengan telapak tangan tanpa ponsel, memotret hanya dengan ujung jari tanpa kamera, melihat resensi buku, melihat delay pesawat pada ticket, membuka akses internet atau Google pada selembar kertas, membaca koran dengan animasi online, dan bahkan … transfer data atau teks hanya dengan menjumput dan memasukkannya ke monitor komputer!

Cara kerja Alat :

1. Kamera: Webcam menangkap obyek di depan dan melakukan tracking terhadap gerakan tangan user. Data dikirimkan ke smart phone.

 

2. Tanda jari berwarna: Pada jari terdapat tanda berwarna merah, kuning, hijau, dan biru yang membantu kamera menangkap gerakan tangan. (Pada perkembangan teknologi ini Pranav Mistry telah menciptakan algoritma pengenalan gerak tubuh sehingga kelak tidak lagi diperlukan tanda berwarna pada jari tersebut)

 

3. Proyektor: Sebuah proyektor yang menggunakan LED (light emiting diode) menampilkan data yang dikirim dari smart phone ke sembarang permukaan di posisi depan user. Bisa tembok, kertas, tangan, atau orang. Saat ini Pranav sedang merancang membuat proyektor laser agar ketajamannya lebih tinggi.

 
4. Smart Phone: Sebuah smart phone yang terkoneksi ke Web akan memproses data video dengan menggunakan algoritma pencitraan untuk mengidentifikasi obyek. Sebuah software khusus lain melakukan searching di Web untuk ‘menterjemahkan’ gerakan tangan.

 

cara kerja perangkat tersebut berdasar image and character recognition (pengenalan gambar dan karakter). Alat utama yang digantungkan di dada terdiri dari webcam, proyektor mini, cermin, dan smart phone. Sedangkan pada ujung jari telunjuk dan jempol kedua tangan dipasang colored cap (tanda berwarna), yang terdiri dari empat warna berbeda, merah, hijau, kuning dan biru.
Kamera berfungsi mengenali gambar, wajah, atau teks, sekaligus mengenali gerakan perintah kedua ujung jari telunjuk dan jempol. Proyektor digunakan untuk menampilkan interface (sebagai pengganti monitor) sekaligus menampilkan data-data tertentu yang akan diproyeksikan ke sembarang media mulai dinding, kertas, hingga telapak tangan.

 

Trend Teknologi

Tren teknologi…..????
kapan sebuah teknologi dikatakan trend??
kenapa kita musti mengikuti trend itu???

hus hus … bertanya udah cukup,  sekarang waktunya menjawab pertanyaan sendiri …

Tren teknologi…..????
trend teknologi itu adalah teknologi yang di pakai banyak orang, betul apa salah???? yaaa betul lah dari kata trend itu artinya “sesuatu yang sedang menjamur atau disukai banyak orang”, tidak salah bukan???

kapan sebuah teknologi dikatakan trend??

ketika teknologi itu banyak di pakai oleh orang-orang, dilarang koment….
kenapa kita musti mengikuti trend itu???

yaaaa….. agar kita tidak katro, minimal tau nama lah . . . soal teknologinya mengikut lah,,,
kembali ke inti pembahasan…
trend teknologi adalah semua teknologi yang sedang di gandrongi orang banyak, ini sih menurut saya, kalau saya terawang yang lagi trend saat ini tuh iOS, Android, dan Windows Phone 7 jadi jika anda tidak punya salah satu dari barang tersebut dapat di katakan anda . . . . ????

menurut saya sih tidak perlu memiliki semua dari trend teknologi jika ingin di katakan ikut trend, cukup dengan pinjam punya teman trus bawa kemana-mana . . hahhaha

biar lebih jelas nih 5 tren teknologi 2012

1. IPAD

2. Tablet

3. iOS, Android, dan Windows Phone 7

4. mobile web

5. Voice control

show / hide tag HTML

style :

display:none;

javascript :

function hilang(){
if ((document.getElementById(‘menu’).style.display)==(document.getElementById(‘menu’).style.display=”block”))
document.getElementById(‘menu’).style.display=”none”; else document.getElementById(‘menu’).style.display=”block”;
}

di sertai dengan event agar function bisa berjalan.

Fungsi-fungsi dalam MySQL

Fungsi-fungsi dalam MySQL

1. mysql_affected_rows

Untuk mengetahui berapa baris (record) yang terpengaruh akibat operasi MySQL sebelumnya.
Struktur: int mysql_affected_rows ([resource $link_identifier]).

2. mysql_close
Untuk memutuskan hubungan dengan server MySQL. Fungsi ini tidak harus dipakai karena secara otomatis hubungan ke server MySQL akan terputus setelah eksekusi skrip berakhir.
Struktur: bool mysql_close ([resource $ link_identifier]) .

3. mysql_connect
Untuk membuat koneksi dengan server MySQL.
Struktur: resource mysql_connect ([string $server [, string $username [, string $password [, bool $new_link [, int $client_flags]]]]]).

4. mysql_create_db
Untuk menciptakan database MySQL.
Struktur: bool mysql_create_db (string $database_name [, resource $link_identifier]).

5. mysql_data_seek
Untuk menggerakan secara internal penunjukan baris (record) yang merujuk pada $result MySQL. Selanjutnya, untuk memperoleh hasil penunjukan pointer tersebut, digunakan fungsi fetch, seperti mysql_fetch_assoc().
Struktur: bool mysql_data_seek (resource $result, int $row_number).

6. mysql_errno
Untuk mengembalikan nilai kesalahan dari operasi MySQL sebelumnya dalam bentuk angka.
Struktur: int mysql_errno ([resource $link_identifier ]).

7. mysql_error
Untuk mengembalikan nilai kesalahan dari operasi MySQL sebelumnya dalam bentuk teks.
Struktur: string mysql_error ([resource $link_identifier ]).

8. mysql_fetch_array
Untuk mendapatkan hasil baris/record yang digambarkan dalam bentuk array (assosiatif dan angka). Selain itu, secara internal, penunjuk baris akan bergerak maju sesuai dengan jumlah record yang ada.
Struktur: array mysql_fetch_array (resource $result [, int $result_type]).

9. mysql_fetch_assoc
Untuk mendapatkan hasil baris/record yang digambarkan dalam bentuk array (assosiatif). Selain itu, secara internal, penunjuk baris akan bergerak maju sesuai dengan jumlah record yang ada.
Struktur: array mysql_fetch_assoc (resource $result).

10. mysql_fetch_field
Untuk mendapatkan keterangan tentang atribut kolom/field yang dikembalikan dalam bentuk object.
Struktur: object mysql_fetch_field (resource $result [, int $field_offset]).

11. mysql_fetch_lengths
Untuk mendapatkan lebar kolom semua baris, diperoleh dari fungsi mysql_fetch_row(), mysql_fetch_assoc(), mysql_fetch_array(), dan mysql_fetch_object() yang dituangkan dalam bentuk array dan dimulai dari offset ke-0.
Struktur: array mysql_fetch_lengths (resource $result).

12. mysql_fetch_row
Untuk mendapatkan baris/record yang dituangkan dalam bentuk array. Untuk mengakses baris/record dengan mencantumkan nomor index-nya, index dimulai dari offset 0.
Struktur: array mysql_fetch_row (resource $result).

13. mysql_field_len
Untuk mengetahui lebar kolom/field sesuai dengan kolom yang telah ditentukan. $field_offset adalah pilihan index kolom yang akan dicari.
Struktur: int mysql_field_len (resource $result, int $field_offset).

14. mysql_field_name
Untuk memperoleh nama kolom/field sesuai dengan kolom yang telah ditentukan. $field_offset adalah pilihan index kolom yang akan dicari.
Struktur: string mysql_field_name (resource $result, int $field_offset).

15. mysql_field_table
Untuk mengetahui nama table berdasarkan kolom/field yang telah ditentukan.
Struktur: string mysql_field_table (resource $result, int $field_offset).

16. mysql_field_type
Untuk mendapatkan tipe kolom/field sesuai dengan field yang telah ditentukan.
Struktur: string mysql_field_type (resource $result, int $field_offset).

17. mysql_free_result
Untuk membebaskan sumber daya memory dari identifier $result. Pembebasan memori perlu dilakukan jika sekiranya memang sangat dibutuhkan memori yang cukup untuk menampung $result. Karena sebenarnya, secara otomatis memori akan dibebaskan saat eksekusi skrip berakhir.
Struktur: bool mysql_free_result (resource $result).

18. mysql_list_dbs
Untuk menampilkan semua database yang ada di server MySQL.
Struktur: resource mysql_list_dbs ([resource $link_identifier]).

19. mysql_num_fields
Untuk memperoleh jumlah kolom/field hasil dari operasi query.
Struktur: int mysql_num_fields (resource $result).

20. mysql_num_rows
Untuk memperoleh jumlah baris/row yang merujuk pada $result.
Struktur: int mysql_num_rows (resource $result).

21. mysql_query
Untuk mengirim perintah query MySQL ke server. Di mana perintah query lebih dari satu tidak bisa dikenakan pada fungsi ini.
Struktur: resource mysql_query (string $query [, resource $link_identifier]).

22. mysql_result
Untuk mendapatkan hasil data.
Struktur: string mysql_result (resource $result, int $row [, mixed $field]).

23. mysql_select_db
Untuk memilih nama salah satu database yang ada di server MySQL sebagai rujukan sebelum mengakses query ataupun tabel.
Struktur: bool mysql_select_db (string $databse_name [, resource $link_identifier]).

Protokol dalam Jaringan

Berikut 15 protokol dan penjelasan singkat yang terdapat dalam jaringan sebagai berikut :
1. Protokol Komunikasi TCP/IP
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
• Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
• Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
• Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
• Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)

2. Protokol Transfer Hiperteks
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris
Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force(IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1.
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
3. SSH (Sucure Shell)
SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin. SSH memang lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH tatap rentan terhadap beberapa jenis serangan tertentu. Pada umumnya serangan ini ditunjukan Pada SSH versi pertama (SSH-1) yang memang memiliki tingkat keamanan yang lebih lemah daripada SSH versi kedua (SSH-2). Salah satu serangan pada SSH versi pertama adalah serangan MAN IN THE MIDDLE pada saat pertukaran kunci. Protocol SSH serta algoritma yang digunakan pada kedua versi SSH, lalu serangan-serangan yang terjadi pada SSH dan bagaimana SSH mengatasinya. Untuk meningkatkan keamanan pada protocol SSH dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu Kriptografi untuk autentifkasi.Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
4. Telnet (Telecommunication network)
Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
5. UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
• Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
• Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
• UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
• UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

6. Serial Line Internet Protocol
Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut :
Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
7. Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
8. POP3 (Post Office Protocol)
POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.
9. IMAP (Internet Message Access Protocol)
IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.
10. Protokol Transfer Berkas
Protokol pengiriman berkas (Bahasa inggris: File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pengiriman berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah Antarjaringan.
FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus pengiriman antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum pengiriman data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan “mendengarkan” percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mengirim data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.
11. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan e-mail antar server, yang bisa dianalogikan sebagai kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan.
Mail-server tujuan ini bisa dianalogikan sebagai kotak pos di pagar depan rumah kita, atau kotak PO BOX di kantor pos. Email-email yang terkirim akan “nongkrong” di tempat tersebut hingga si pemiliknya mengambilnya. Urusan pengambilan e-mail tersebut tergantung kapan di penerima memeriksa account e-mailnya.
12. NFS (network file system)
Sistem berkas jaringan (Inggris: network file system disingkat NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
13. RDP (Remote Desktop Protocol)
Remote Desktop Protocol (sering disingkat menjadi RDP) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan oleh Microsoft Windows Terminal Services dan Remote Desktop. RDP dibuat berdasarkan protokol T.120 yang spesifikasinya diumumkan oleh International Telecommunication Union (ITU), yang juga merupakan protokol yang digunakan di dalam perangkat lunak konferensi jarak jauh Microsoft NetMeeting.
Klien-klien yang mendukungnya bervariasi, mulai dari sebagian besar sistem operasi Windows 32-bit (termasuk Windows CE dan PocketPC), hingga sistem operasi lainnya, seperti Linux, FreeBSD, UNIX Solaris, dan Apple Mac OS X. Secara default, server yang membuka protokol ini, akan membuka port TCP 3389.
14. LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
15. SSL (Secure Socket Layer)
SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL sigunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.
Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi
pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.
Protokol SSL terdiri dari dua sub-protokol: SSL record protocol dan SSL handshake
protocol. SSL record protocol mendefinisikan format yang digunakan untuk mentransmisikan data. Sedangkan SSL handshake protocol melibatkan SSL record protocol untuk menukarkan serangkaian pesan antara SSL enabled server dan SSL enable client ketika keduanya pertama kali melakukan koneksi SSL. Pertukaran pesan tersebut digunakan untuk memfasilitasi tindakan sebagai berikut :
• Autentikasi dari server ke klien
• Mengizinkan klien dan server untuk memilih algoritma kriptografi atau sandi, yang mendukung komunikasi keduanya.
• Autentikasi dari klien ke server.
• Menggunakan teknik enkripsi public key untuk membuka data yang dienkripsi
• Membuat enkripsi koneksi SSL